Kompas Cetak, 21 April 2011
Oleh AW Subarkah
Bencana seperti gempa bumi selalu datang tiba-tiba dan tidak bisa diramalkan. Gempa besar yang melanda Aceh beberapa tahun lalu dan gempa besar yang baru terjadi di Jepang setidaknya melumpuhkan jaringan listrik yang menjadi sumber tenaga hampir semua perangkat modern saat ini.
Tidak terkecuali pendukung komunikasi seluler yang saat itu pasti sangat dibutuhkan jasanya. Yang paling umum, tenaga cadangan menggunakan jenis baterai dengan kapasitas terbatas, setelah itu juga akan mati jika pasokan listrik tidak pulih.
Sementara itu, kondisi darurat untuk negeri ini bukan hanya bergantung pada bencana saja. Pasokan listrik dari PLN yang tidak andal, sering mati tiba-tiba, membuat layanan darurat menjadi perhatian serius bagi para operator seluler.
Selain baterai, mesin diesel kecil dan sumber listrik tenaga alternatif, seperti panel sel surya dan kincir angin, juga banyak digunakan. Namun, dari semua tenaga cadangan yang paling menarik adalah pembangkit fuel-cell atau sel bahan bakar yang ternyata sudah diterapkan di negeri ini.