Perubahan Lingkungan

Suhu di Banda Aceh 35 Derajat Celsius

Agus Mulyadi | Senin, 18 Juli 2011 | 21:41 WIB
BANDA ACEH, KOMPAS.com

Suhu udara maksimal di Kota Banda Aceh mencapai 35 derajat celsius, Senin (18/7/2011). Akibatnya, warga di wilayah itu merasakan panas dan kegerahan.

"Dalam dua hari ini saya mengurangi aktivitas di luar rumah karena tidak tahan dengan suhu udara panas yang menyengat," kata Monika, seorang warga Gampong (Desa) Ilie, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Senin.

Selain Jakarta, Sumatera dan Bandung Juga Diprediksi Gempa 8 SR

detikNews, 15 Mei 2011
Oleh. Ari Saputra

Jakarta - Kota Jakarta diprediksi bakal dilanda gempa hingga 8,7 SR yang berpusat di Selat Sunda. Selain Jakarta, gempa di atas 8 SR itu juga diprediksi akan terjadi di Bandung dan Pulau Sumatera.

"Yang diteliti oleh kita baru 3 tempat. Patahan Sumatera, kedua Lembang, ketiga Selat Sunda. Itu baru gempa besar, di atas 8 SR. Yang lain belum diteliti, jumlahnya ribuan," kata Staf Khusus Presiden Bidang Sosial dan Bencana, Andi Arief dalam diskusi di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Minggu (15/5/2011).

Jakarta Berpotensi Gempa 8,7 Skala Richter

VIVAnews, 15 Mei 2011
Oleh. Ita Lismawati F. Malau, Dwifantya Aquina

VIVAnews - Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief mengaku sangat sulit meyakinkan masyarakat bahwa ada potensi gempa 8,7 Skala Richter (SR) di ibu kota Jakarta. Termasuk meyakinkan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo akan temuan hasil penelitian itu.

90 Persen Hutan Bakau Sumut Rusak

KOMPAS.com, 13 Mei 2011

Oleh Benny N Joewono

MEDAN, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho mengaku prihatin dengan kondisi hutan bakau di provinsi itu mengalami kerusakan cukup parah yang mencapai sekitar 90 persen.

"Dari laporan Badan Lingkungan Hidup, sekitar 90 persen rusak," kata Gatot Pujo Nugroho usai melepas rombongan penelusuran ekowisata hutan bakau dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2011 di Medan, Kamis (12/5/2011).

BMKG: Ada 119 Titik Api di Sumatra

Media Indonesia, 12 Mei 2011

Oleh Rudi Kurniawansyah

PEKANBARU--MICOM

Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyatakan sebagian besar wilayah Riau saat ini sedang membara akibat kebakaran lahan dan diselimuti oleh kabut asap.

"Benar yang ada sekarang adalah kabut asap dari kebakaran lahan di 10 kabupaten/kota. Pantauan terakhir terdeteksi sebanyak 119 titik api di Sumatra, dan 46 di antaranya ada di Riau, kata staff Analisa BMKG Pekanbaru Adhitama kepada Media Indonesia di Pekanbaru, Kamis (12/5).

Solusi Darurat dan Ramah Lingkungan

Kompas Cetak, 21 April 2011
Oleh  AW Subarkah

Bencana seperti gempa bumi selalu datang tiba-tiba dan tidak bisa diramalkan. Gempa besar yang melanda Aceh beberapa tahun lalu dan gempa besar yang baru terjadi di Jepang setidaknya melumpuhkan jaringan listrik yang menjadi sumber tenaga hampir semua perangkat modern saat ini. 

Tidak terkecuali pendukung komunikasi seluler yang saat itu pasti sangat dibutuhkan jasanya. Yang paling umum, tenaga cadangan menggunakan jenis baterai dengan kapasitas terbatas, setelah itu juga akan mati jika pasokan listrik tidak pulih.

Sementara itu, kondisi darurat untuk negeri ini bukan hanya bergantung pada bencana saja. Pasokan listrik dari PLN yang tidak andal, sering mati tiba-tiba, membuat layanan darurat menjadi perhatian serius bagi para operator seluler.

Selain baterai, mesin diesel kecil dan sumber listrik tenaga alternatif, seperti panel sel surya dan kincir angin, juga banyak digunakan. Namun, dari semua tenaga cadangan yang paling menarik adalah pembangkit fuel-cell atau sel bahan bakar yang ternyata sudah diterapkan di negeri ini.