Ekowisata

PESONA NUSANTARA Anomali Khatulistiwa di Sungai Landak

Kompas Cetak, 14 Juni 2011

A HANDOKO

Musim liburan sekolah segera tiba. Sudah punya agenda rekreasi bersama putra-putri Anda? Provinsi Kalimantan Barat menawarkan tempat wisata alam bernuansa eksotik. Di balik gerahnya efek garis khatulistiwa, alam Kalimantan Barat rupanya menyuguhkan kesejukan melalui air terjun Banangar. Maka, selepas mengunjungi Pontianak atau Singkawang, tetirahlah ke Landak.

Ekowisata Kawal Kawasan Bakau

Kompas Cetak, 10 Juni 2011

Hampir setiap hari ada saja pengunjung yang ingin melihat langsung kondisi kawasan hutan bakau di Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur. Pada akhir pekan, jumlahnya pun bisa meningkat menjadi 100 orang.

Kawasan konservasi hutan mangrove seluas 800 hektar itu sejak tahun 2008 tidak hanya gencar ditanami bakau oleh berbagai organisasi, perusahaan, dan masyarakat, tetapi wilayah itu juga menjadi tempat wisata sambil belajar tentang lingkungan.

”Pengunjung tidak sekadar menanam bakau, tapi bisa tahu burung atau hewan apa saja yang masih hidup di kawasan ini,” kata penggagas Ekowisata Mangrove Wonorejo, Joko Suwondo (67).

Wisata Bertanggungjawab

ekowisata

Konsep wisata bertanggungjawab (Responsible tourism) pertama kali dikenalkan pada 1987 dan disempurnakan pada 1993 oleh The Ecotourism Society, yang mendefinisikannya sebagai “suatu perjalanan yang bertanggung jawab pada lingkungan alami yang mendukung konservasi dan meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat”. Dari konsep ini diinisiasilah kegiatan wisata bertanggungjawab di kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) dan sekitarnya. Tujuan yang ingin dicapai adalah menjaga keberlangsungan TNK sebagai sistem pendukung kehidupan (life supporting system) dan memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat di sekitar TNK.Sampai saat ini, terdapat dua kegiatan wisata alam di kawasan TNK, yaitu di Sangkima dan Prevab – Mentoko.