PRB

Bencana Alam Memicu Darurat Ekologi

Kompas Cetak, 15 Juni 2011

Banda Aceh, Kompas - Wilayah Provinsi Aceh saat ini dinilai sudah memasuki tahap darurat ekologi. Kerusakan hutan, terutama oleh karena pembukaan lahan untuk perkebunan, pertambangan, dan penebangan liar, terus meluas. Akibatnya, bencana alam hampir setiap hari terjadi dengan intensitas meningkat dalam empat tahun terakhir.

Demikian diungkapkan Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh TM Zulfikar, Selasa (14/6) di sela-sela acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2011 di Desa Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Aceh. Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penanaman ratusan pohon di areal kompleks Pemakaman Syiah Kuala.

”Fakta krisis dan bencana menunjukkan bahwa Aceh sebenarnya telah berada dalam situasi darurat ekologi. Tiada hari tanpa bencana. Dalam kurun waktu 2007-2010, telah terjadi 2.850 bencana di Aceh. Artinya, tiap hari ada dua kejadian bencana di Aceh dalam empat tahun terakhir,” katanya.

BMKG Bali Buat Peta Bencana

VIVAnews, 12 Mei 2011

Oleh. Bobby Andalan|Bali

VIVAnews- Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Bali dan yayasan dari Jepang akan membuat peta rentan bencana. Hal itu terutama untuk mengantisipasi prediksi tenggelamnya Bali pada 2050.

Kepala Bidang Informasi dan Data BMKG Bali, Endro Tjahono mengatakan, dengan membuat peta kerentanan bencana, akan diketahui apa penyebab Pulau Bali tenggelam. “Kami survei tentang keadaan cuaca, hujan dan panas terkait perubahan iklim. Kami akan cek semua cuaca dengan bantuan peta itu. Untuk hasil maksimal butuh waktu 3 tahun mengetahui apa penyebab Bali tenggelam," ujarnya, Kamis 12 Mei 2011.