Recent Post

Plot Restorasi



GeoTag Restorasi ASKUL

Suhu di Banda Aceh 35 Derajat Celsius

Agus Mulyadi | Senin, 18 Juli 2011 | 21:41 WIB
BANDA ACEH, KOMPAS.com

Suhu udara maksimal di Kota Banda Aceh mencapai 35 derajat celsius, Senin (18/7/2011). Akibatnya, warga di wilayah itu merasakan panas dan kegerahan.

"Dalam dua hari ini saya mengurangi aktivitas di luar rumah karena tidak tahan dengan suhu udara panas yang menyengat," kata Monika, seorang warga Gampong (Desa) Ilie, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Senin.

Ada 20 Kasus Pembalakan Liar di Meru Betiri

Antara News, 15 Juni 2011

Jember (ANTARA News)- Sebanyak 20 kasus pembalakan liar terjadi di kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) yang berada di Kabupaten Jember dan Banyuwangi, Jawa Timur, selama lima bulan terakhir (Januari-Mei) 2011.

Kepala Polisi Hutan (Polhut) TNMB, Musafa, Selasa, mengatakan sebanyak 20 kasus pembalakan liar tersebut, hanya empat kasus yang diproses oleh petugas TNMB dan aparat kepolisian.

"Sebanyak 16 kasus pembalakan liar lainnya hanya temuan petugas dan tidak ada tersangkanya. Petugas hanya menemukan bekas kayu hutan yang sudah ditebang dan sejumlah gelondongan kayu di pinggir hutan," tuturnya di kantor TNMB Jember.

Bumi Merapi Belum Bisa Ditanami

Antara News, 15 Juni 2011

Yogyakarta (ANTARA News) - Semangat menanam bibit pohon untuk menghijaukan kembali kawasan Gunung Merapi tampaknya harus tertunda, karena bibit yang sudah ditanam kini "enggan" tumbuh akibat kekeringan.

Camat Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Samsul Bakri mengimbau para relawan maupun donatur agar untuk sementara menunda penanaman bibit pohon di kawasan Merapi selama musim kemarau, karena saat ini banyak bibit yang sudah ditanam mati akibat kekeringan.

"Saat ini bukan waktu yang tepat untuk menanam bibit pohon, dan karena itu kami imbau para relawan maupun donatur menunda penanaman di kawasan Merapi. Kami sekarang sedang konsentrasi merawat tanaman yang sudah tertanam agar tidak mati," katanya di Sleman, pekan lalu.

Menurut dia, donatur yang akan menanam bibit pohon di kawasan gunung itu dapat menitipkan dulu bibit tersebut kepada Tim Penghijauan lereng Merapi yang ada di Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan.

Bencana Alam Memicu Darurat Ekologi

Kompas Cetak, 15 Juni 2011

Banda Aceh, Kompas - Wilayah Provinsi Aceh saat ini dinilai sudah memasuki tahap darurat ekologi. Kerusakan hutan, terutama oleh karena pembukaan lahan untuk perkebunan, pertambangan, dan penebangan liar, terus meluas. Akibatnya, bencana alam hampir setiap hari terjadi dengan intensitas meningkat dalam empat tahun terakhir.

Demikian diungkapkan Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh TM Zulfikar, Selasa (14/6) di sela-sela acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2011 di Desa Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Aceh. Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penanaman ratusan pohon di areal kompleks Pemakaman Syiah Kuala.

”Fakta krisis dan bencana menunjukkan bahwa Aceh sebenarnya telah berada dalam situasi darurat ekologi. Tiada hari tanpa bencana. Dalam kurun waktu 2007-2010, telah terjadi 2.850 bencana di Aceh. Artinya, tiap hari ada dua kejadian bencana di Aceh dalam empat tahun terakhir,” katanya.

KONSERVASI LINGKUNGAN Peta Indikatif Hapus 17 Juta Hektar Gambut

Kompas cetak, 15 Juni 2011

Jakarta, Kompas - Peta indikatif lampiran Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2011 tentang Penundaan Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut menghapus sebagian besar lahan gambut yang tersisa. Dari 21,5 juta hektar lahan gambut yang dipetakan tahun 2004, yang termaktub ke dalam peta indikatif hanya 4,5 juta hektar sehingga 17 juta hektar lahan gambut terhapus.

”Kami membandingkan secara digital data peta indikatif dengan data spasial lahan gambut dari satu-satunya peta gambut yang dibuat Wetlands International bekerja sama Kementerian Kehutanan yang dilansir tahun 2004,” kata spesialis Sistem Informasi Geografis (GIS) Greenpeace Asia Tenggara-Indonesia, Kiki Taufik, Selasa (14/6) di Jakarta.

Hi, Harimau Berkeliaran di Halaman Sekolah

Antara News, 15 Juni 2011

Dumai (ANTARA News) - Sekawanan harimau liar berkeliaran di halaman sebuah sekolah dasar di Kelurahan Basilam Baru, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Riau, setelah sebelumnya sempat "tidur-tiduran" di teras rumah warga.

Seorang warga Dumai, Fahmi, kepada ANTARA di Dumai Rabu mengatakan, berkeliarannya harimau Sumatra di pekarangan SD 015 tersebut pertamakali diketahui oleh penjaga sekolah.

"Harimau itu muncul pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB dan paling sering kembali muncul pada jam-jam malam," katanya.

Salah seorang Ketua Rukun Tetangga (RT 016) di Dusun Geniot, Muhammad Syarif, mengatakan bahwa sepekan lalu harimau memang sudah muncul di pekarangan sekolah tak berpagar itu, namun baru-baru ini lebih sering terlihat di lokasi yang sama.

"Kemunculan harimau di pekarangan sekolah masih pada jam-jam tertentu, namun tetap saja mencemaskan, takut-takut harimau itu muncul saat jam aktif belajar," katanya.

PENGHUNI BARU Jaguar dari Tierpark Berlin di Taman Safari

KOmpas Cetak, 14 Juni 2011

Jakarta, Kompas - Lembaga Konservasi Eks-Situ Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, menambah koleksi satwanya, yakni dua ekor jaguar. Satwa yang mirip macan tutul tersebut didatangkan dari Tierpark Berlin Zoo, Jerman.

Jaguar merupakan jenis kucing besar ketiga setelah harimau dan singa.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan Humas Taman Safari Indonesia (TSI), Senin (13/6), disebutkan, TSI mendapatkan kedua jaguar itu dari hasil pertukaran satwa dengan Tierpark Berlin Zoo yang mendapat macam tutul jawa dari TSI.

PESONA NUSANTARA Anomali Khatulistiwa di Sungai Landak

Kompas Cetak, 14 Juni 2011

A HANDOKO

Musim liburan sekolah segera tiba. Sudah punya agenda rekreasi bersama putra-putri Anda? Provinsi Kalimantan Barat menawarkan tempat wisata alam bernuansa eksotik. Di balik gerahnya efek garis khatulistiwa, alam Kalimantan Barat rupanya menyuguhkan kesejukan melalui air terjun Banangar. Maka, selepas mengunjungi Pontianak atau Singkawang, tetirahlah ke Landak.