Pemantauan Partisipatif SMS Center

Inisiatif PILI Green Network

PILI Green Network dengan Program Program Pemantauan Partisipatif melalui SMS Center di dalam dan sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan Taman Nasional Kutai merupakan program yang didesain untuk mengakomodasi kebutuhan kelompok masyarakat terhadap data terkini tentang perubahan lingkungan. PILI Green Network memandang  ini sebagai titik tolak  untuk mengangkat isu lingkungan seperti perubahan iklim, pengurangan resiko bencana,  ketahanan pangan , alih fungsi lahan, penggunaan energi  terbarukan, wisata bertanggungjawab. Dimana keseluruhannnya terhubung dengan sumber daya alam, hutan, air dan sanitasi, bahkan keanekaragaman hayati di suatu daerah tertentu terutama kawasan konservasi.

Keistimewaan dalam  program ini yaitu masyarakat memiliki peluang   untuk melaporkan data, informasi serta masalah terkait dengan isu lingkungan dengan menggunakan media teknologi pesan singkat yaitu SMS. PILI Green Network dalam hal ini  berperan sebagai Pusat Pesan yang kemudian mendorong jejaringan diantaranya pemerintah lokal, akademisi, mitra lokal dan  LSM untuk memberikan tindakan umpan balik. Pemantauan Partisipatif ini diarahkan sebagai ajang pengkajian, pembelajaran, perencanaan, dan aksi bersama  para pemangku kepentingan  yang nantinya diberikan kepada masyarakat untuk dijadikan persiapan aksi mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Tujuan Program

1.       Untuk mengembangkan pemahaman tentang dampak perubahan iklim melalui pelibatan dan partisipasi masyarakat lokal khususnya anak sekolah dan kelompok pemuda dengan pendekatan pemantauan partisipatif

2.       Untuk membangun sistem pemantauan berbasis masyarakat  dengan menggunakan sms sebagai media.  Hal ini berkaitan erat dengan perubahan lingkungan seperti alih fungsi lahan,  tutupan hutan, keterkaitan suhu dan curah hujan terhadap pola tanam dan ledakan hama serta tanda – tanda bencana. Juga berhubungan kuat dengan dengan ketersediaan dan kebutuhan air serta kesehatan.

3.       Untuk mengembangkan jaringan interaktif dengan menggunakan basis pengetahuan di sekitar wilayah lokal. Kelompok masyarakat yang didukung oleh PILI, mengumpulkan dan menganalisis situasi lokal menggunakan sms sebagai media serta data lain seperti data sekunder dan materi survei yang relevan. Hasil itu selanjutnya menjadi  umpan balik untuk desa, LSM serta kelompok lainnya yang bersedia bekerjasama untuk mengelola keanekaragaman hayati, sumber daya alam dan penguatan ekonomi lokal.

4.      Bersama - sama dengan kelompok-kelompok masyarakat mengembangkan upaya pengurangan risiko melalui sistem peringatan dini berdasarkan hasil pemantauan

Lokasi Program

Desa Tajur Halang dan desa Curug Bitung (Kutai)

Secara khusus, pemilihan kedua desa ini menjadi lokasi Program yaitu keadaan lansekap dan topografi di Desa Tajur Halang secara umum memiliki kecuraman yang bervariasi dari kecuraman sedang sampai dengan kecuraman rawan longsor. Desa Tajur Halang telah terjadi 2 kali bencana longsor dan keduanya terjadi di kampung Cipulus. Bencana longsor pertama kali terjadi pada tahun 2007 dan memakan korban 4 orang (di dalam rumah), sedangkan bencana longsor yang kedua terjadi di kapung Cipulus dekat perbatasan Desa Tanjung Sari. Bencana longsor yang kedua terjadi pada akhir tahun 2008 dan tanpa ada korban jiwa (karena dibawah tanah longsor tidak ada pemukiman).                                                                            

Sedangkan ancaman ekologi di Desa Curug Bitung yang terbesar adalah adanya aktifitas penebangan liar. Ancaman lainnya adalah tekanan masyarakat terhadap kawasan TNGHS terutama kampung-kampung yang masuk dan berbatasan langsung dengan batas TNGHS. Desa Curug Bitung terdiri dari beberapa kampung dan ada beberapa kampung tersebut yang masuk atau berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Implementasi program pemantauan partisipatif di kedua lokasi desa ini, selain melibatkan kelompok masyarakat, PILI Green Network juga melakukan kemitraan dengan mitra lokal yaitu LSM RMI, LSM AGRA, Klinik Tanaman IPB, Pemerintah lokal serta dinas terkait seperti Dinas Pertanian dan Dinas Kehutanan.

Desa Swarghabara                    

Tidak jauh berbeda dengan desa Tajur Halang dan Curug Bitung, sebagian besar lahan yang ada di Desa Swarghabhara peruntukan lahannya digunakan untuk permukiman, pertanian, peternakan. Wilayah desa ini termasuk wilayah pertambangan PT KPC. Kondisi Desa Swarga Bara yang mempunyai musim yang tidak menentu sehingga masyarakat tidak bisa menentukan kapan musim tanam dimulai. Hal ini kemudian mendorong perlunya pemantauan partisipatif untuk dilakukan.

Program pemantauan partisipatif di Desa Swargabara dilaksanakan di Kampung Jawa, karena lokasi ini memiliki tipologi masyarakat yang keseluruhannya memiliki mata pencaharian sebagai petani. Sedangkan kampung lainnya sebagian besar adalah pekerja di PT KPC.

Program pemantauan lingkungan yang diterapkan di Kampung Jawa sama seperti yang telah diterapkan di Desa Curug Bitung dan Tajur Halang. Kriteria yang dipantau adalah suhu dan curah hujan terutama hubungannya dengan bencana banjir pada lahan serta serangan hama pada beberapa tanaman pertanian di Kampung Jawa. Serta bagaimana alih fungsi lahan berdampak pada jumlah keanekaragaman hayati seperti jumlah orang utan. Berdasarkan pengumpulan data yang telah dikumpulkan berdasarkan pelaporan oleh masyarakat, PILI Green Network berinisiasi untuk mengadakan pelatihan penanganan hama yang bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman.

Untuk pelaksanaan Program Pemantauan Partisipatif di desa Swarghabara, PILI Green Network didukung oleh LSM BIKAL, PT KPC, Universitas Mulawarman, STIPER serta sekolah YPPSB. 

Proses Pelaksanaan Program

Ada beberapa kegiatan pokok yang hingga saat ini dilaksanakan dalam program, diantaranya :

1.      Pendidikan Lingkungan

Kegiatan ini dilaksanakan bersama kelompok masyarakat di dalam pertemuan di desa serta kelompok sekolah dalam bentuk pengajaran materi pendidikan lingkungan hidup di sekolah. Sebagai bentuk praktek pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup di sekolah, anak – anak sekolah berperan aktif untuk melakukan pengukuran suhu dan curah hujan. Data hasil pengukuran ini nantinya dianalisa oleh Tim PILI Green Network untuk dijadikan data penunjang analisa umpan balik untuk masyarakat.

2.      Pelaporan data

Masyarakat di masing – masing desa melakukan pengiriman data – data melalui sms terkait dengan dengan perubahan lingkungan seperti alih fungsi lahan, ledakan hama, curah hujan terhadap tanda – tanda bencana banjir dan longsor, perjumpaan satwa, ledakan hama, wabah penyakit akibat pergantian musim, penebangan liar, perubahan suhu kaitannya dengan prakiraan masa tanam dan jenis tanaman sesuai kondisi dll.

3.      Penyuluhan dan buletin

Sebagai bentuk aktifitas umpan balik terhadap hasil pelaporan masyarakat, Tim PILI Green Network melakukan analisa data rutin maupun non rutin yang dikirimkan oleh masyarakat melalui sms. Analisa data ini kemudian dikemas dalam bentuk buletin bagi kelompok petani untuk membantu persiapan aktifitas pertanian selanjutnya seperti prakiraan masa tanam, jenis tanaman sesuai musim, penanganan hama, dll. Untuk kondisi tertentu yang memerlukan penanganan lebih lanjut, kegiatan pendampingan penyuluhan pertanian diberikan kepada petani berdasarkan kebutuhan konteks lokal.

Membangun jaringan dan pelibatan stakeholder menjadi sisi lain dari program pemantauan partisipatif guna mendukung tercapainya tujuan dan terciptanya manfaat pelaksanaan program.