Kompas Cetak, 26 April 2011
Bandung, Kompas - Kerusakan Sungai Citarum di Jawa Barat akibat pencemaran dan sedimentasi yang hebat telah merugikan pemerintah, pembangkit listrik tenaga air, petani, pembudidaya ikan, industri tekstil, dan rakyat biasa. Padahal, investasi pemerintah dan swasta di aliran sungai tersebut mencapai triliuan rupiah. Investasi tekstil dan produk tekstil, misalnya, sekitar Rp 80 triliun.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Barat Dedy Widjaja, pekan lalu di Bandung, mengatakan, saat banjir Citarum melanda selama sebulan penuh, Maret 2010, kerugian semua jenis industri di Kabupaten Bandung, Purwakarta, dan Karawang mencapai Rp 200 miliar. Selain tekstil dan produk tekstil, pabrik yang stop operasi bergerak di bidang otomotif dan elektronik.
General Manager Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit Saguling Erry Wibowo mengungkapkan, pencemaran itu membuat peralatan turbin cepat rusak akibat pengaratan. ”Kami harus segera mengganti turbin. Jika terlambat, akan mengganggu sistem operasi,” ujarnya.