Info Terkini
Slide item 1

H3 Tag - This is caption of the image!

P Tag - This is description of the image. Vestibulum ante ipsum primis in faucibus orci luctus et ultrices posuere cubilia Curae.

Slide item 2

H3 Tag - This is caption of the image!

P Tag - This is description of the image. Vestibulum ante ipsum primis in faucibus orci luctus et ultrices posuere cubilia Curae.

BANDAR LAMPUNG--Direktur Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Wiratno, mendukung Provinsi Lampung sebagai percontohan pengelolaan kawasan konservasi nasional. Lampung memiliki Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBK) dan Taman Nasiona Way Kambas (TNWK) sehingga berpeluang jadi konservasi hutan dan alam. Jika dikelola dengan baik, konservasi kedua taman nasional tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat.



"Konservasi sebagai solusi untuk pemanfaatan alam yang berkelanjutan dan memperhatikan kelestarian. Juga memiliki nilai manfaat bagi masyarakat," kata Wiratno saat menghadiri workshop penguatan pengelolaan konservasi TNBBS dan TNWK melalui pemutakhiran data kerja internal dan mitra di Hotel Amalia, Bandar Lampung, (30/10/2017).

Senada dengan Wiratno, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Sutono mengatakan workshop ini merupakan harapan bagi semua pihak untuk merumuskan pengelolaan dan konservasi. Membangun kerja sama dengan para pihak sangat penting untuk membantu poengelolaannya. "Mengelola kawasan hutan perlu banyak dukungan. Hadirnya petugas lapangan dan sinergi para pihak menjadi sebuah bentuk interaksi sosial yang berkontribusi positif pada kelestarian hutan," kata Sutono yang juga mantan Kadis Kehutanan Provinsi Lampung itu.

Menurut Sutono, konsep pengelolaan yang membawa berkah, melibatkan masyarakat, mitra, dan pemerintah daerah. Pengelolaan kawasan konservasi sebaiknya melibatkan pemerintah daerah. Melalui  sinergitas dan program penguatan pengelolaan antar lembaga, memaksimalkan  pengelolaan kekayaan hutan dan alam yang lebih baik.

“Selama ini pengelolaan kawasan hutan baru sebatas pemanfaatan hutan sosial. Tetapi, konservasi dapat memanfaatkan kekayaan hutan secara langsung, seperti pemanfaatan sumber genenetika (genetic  resouces),” kata Sutono.

Sedangkan Ketua Pelaksana Workshop Elly L. Rustiati menyebutkan penguatan pengelolaan konservasi TNSSB dan TNWK melalui pemutakhiran data kerja internal dan mitra. Selain itu, kegiatan ini didukung oleh TNBBS, TNWK, Pulitbang Lingkungan Hidup, Universitas Lampung, Pusat Informasi Lingkungan Hidup Indonesia (PILI Green Netwaok), Wildlife Conservation Society ( WCS), Pundi Sumatera, dan Tropical Forest Conservation Action Sumatera (TFCA Sumatera). (Humas Prov).

Sumber :

pelitaekspres.com

Login Form

Pengunjung Kami

206746
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
34
62
492
205760
1312
2691
206746
Your IP: 54.198.246.116
2017-11-18 15:54