Info Terkini
Slide item 1

Workshop Bersama Mitra Dari TNBBS

Workshop Penguatan Pengelolaan Kawasan Konservasi

Slide item 2

Workshop Bersama Mitra Dari TNBBS

Workshop Penguatan Pengelolaan Kawasan Konservasi.

Slide item 3

Pelatihan Pengenalan Jenis Tanaman Restorasi

Pengenalan ini penting, terutama mengenali jenis apa saja dan juga indukan sebagai sumber bibit untuk kegiatan restorasi selanjutnya. PILI bekerjasama dengan KPHP (Kelompok Pelestari Hutan Pesanguan).

Slide item 4

Pelatihan Pengenalan Jenis Tanaman Restorasi

Pengenalan ini penting, terutama mengenali jenis apa saja dan juga indukan sebagai sumber bibit untuk kegiatan restorasi selanjutnya. PILI bekerjasama dengan KPHP (Kelompok Pelestari Hutan Pesanguan)

 

 Pelatihan Pengenalan Jenis Tanaman Restorasi 4-5 april 2018 di Resort Way Nipah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. (Dok. PILI)

 

   Restorasi berbasis masyarakat telah dimulai sejak 2012 silam, sudah lebih dari 200 ha hutan telah dihijaukan kembali. Bertumpu pada kerja bersama masyarakat yang tergabung dalam kelompok pelestari hutan pesanguan (KPHP), hutan kawasan resort way nipah taman nasional bukit barisan selatan (TNBBS) mulai kembali hijau setelah bertahan dari gempuran perambahan.  Berpengalaman melakukan penanaman selama 5 tahun,  anggota KPHP telah akrab dengan berbagai jenis tanaman restorasi namun mereka terbatas dengan nama tumbuhan dengan nama local untuk itu anggota KPHP perlu upgrade pengetahuan mereka tentang jenis tanaman restorasi dengan nama ilmiahnya sampai mendata fenologinya.

 

 
Wakil ketua DPR RI Agus Hermanto usai menerima audiensi kelompok kerja (Pokja) Konservasi Sumber daya Hayati dan Ekosistem di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (18/4/2018). Foto : Azka/And

 

Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto menyatakan bahwa usulan revisi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem akan tetap dilanjutkan. Agus mengatakan, hal itu dibuktikan dengan dikeluarkannya Surat Presiden (Surpres) oleh pemerintah, dan DPR juga sudah menyiapkan draf undang-undangnya. 

“Kita semua akan fokus melanjutkan revisi UU Nomor 5 Tahun 1990, karena UU ini sangat berguna bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama perlindungan terhadap sumber alam hayati,” ucap Agus usai menerima audiensi Kelompok Kerja (Pokja) Konservasi Sumber daya Hayati dan Ekosistem di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (18/4/2018). 

Indonesia tengah menghadapi darurat konservasi. Pada awal tahun 2018, tercatat setidaknya ada dua kasus penembakan orang utan dengan total 147 peluru. Perubahan UU no.5/1990 yangdigunakan akan menjadi jawaban dari permasalahan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya hingga kini tidak jelas kabarnya. Sampai mana prosesnya, tantangan dan permasalahan apa saja yang dihadapi dalam merumuskan rancangan UU ini.

Berbicara tentang sumber daya alam di Indonesia pasti banyak hal yang terlintas dibenak kita. Negara gemah ripah loh jinawi atau kekayaan alam yang berlimpah merupakan ungkapan yang paling sering digunakan untuk menggambarkan keadaan sumber daya alam Indonesia. Namun, pernahkah terlintas bagaimana kah pengelolaan sumber daya alam yang gemah ripah loh jinawi?

Sebagai unit pemangku kawasan terkecil, resor berada di barisan depan dalam pengelolaan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Untuk mampu membaca gelagat sosial, petugas resor perlu pasokan data sosial ekonomi serta bentuk interaksi masyarakat dengan kawasan.

Login Form

Pengunjung Kami

224342
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
82
82
164
223277
3101
4843
224342
Your IP: 54.198.122.70
2018-04-23 09:41