Data Emisi Sulit Diperbarui
Kompas, 20 April 2011
Jakarta, Kompas - Kementerian Lingkungan Hidup kesulitan memperbarui data emisi gas rumah kaca dari berbagai instansi pemerintah. Data diperlukan sebagai pijakan pembangunan dan memantau kemajuan proyek pengurangan emisi.
Data emisi gas rumah kaca (GRK) terbaru Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) adalah data tahun 2000. Angka itu yang dipakai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menargetkan penurunan emisi 26 persen tanpa bantuan asing dan 41 persen dengan bantuan asing pada tahun 2020.
”Idealnya kami dapat data tiap tahun, yang kami miliki tahun 2000,” kata Asisten Deputi Mitigasi Perubahan Iklim KLH Sulistyowati di sela-sela Lokakarya Penguatan Institusi dalam Pengelolaan Terpadu Sumber Daya Air, Selasa (19/4) di Jakarta. Data emisi GRK dimiliki kementerian teknis, seperti Perindustrian, Pertanian, Perhubungan, dan pemerintah daerah.
Inventarisasi emisi GRK diatur dalam Pasal 63 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Inventarisasi jadi tugas pemerintah pusat dan provinsi serta kabupaten/kota.
”Data ini yang harus kami kumpulkan dan olah jadi laporan inventarisasi gas rumah kaca,” kata dia. Data itu penting untuk kebijakan pembangunan.
Menurut data inventarisasi GRK tahun 2000, emisi Indonesia 1,37 juta giga ton karbon dioksida. Rinciannya, sektor energi 20 persen, industri 3 persen, perubahan fungsi lahan dan hutan 47 persen, pertanian 6 persen, kebakaran gambut 13 persen, dan sampah 11 persen.
Ketiadaan data baru menyulitkan Indonesia mempertanggungjawabkan komitmen penurunan emisinya. Padahal, sudah diumumkan secara global.
DAS Citarum
Pada lokakarya itu juga diungkapkan kondisi Sungai Citarum yang rusak berat. Pemprov Jawa Barat menargetkan kenaikan status menjadi sedang dalam 10 tahun ini.
”Butuh upaya keras,” kata Tulus Sibuea dari Subseksi Mitigasi Bencana Badan Lingkungan Hidup Jabar. Langkah perbaikan yang diambil adalah perbaikan daerah hulu, seperti rehabilitasi lahan hulu Sungai Cikapundung yang bermuara di Citarum. Selain itu, mendorong industri di hulu mengolah limbahnya. (ICH)
http://cetak.kompas.com/read/2011/04/20/03504338/data.emisi.sulit.diperb...

Comments
Post new comment